Ewww.. Ngeri ya judulnya.
Yak, kurang lebih itulah kondisi salah satu sahabat saya.
Dia, perempuan, 21 tahun, punya kecenderungan terhadap ‘seseorang’. Akan tetapi, kecenderungannya tersebut tidak pernah ditunjukkannya. Hanya Allah, dia, dan saya yang tau kecenderungannya tersebut. Sampai akhirnya, kabar pernikahan ‘seseorang’ tersebut mulai tersebar.
Saya patah hati. Loh kok malah saya yang patah hati? Ya, saya patah hati melihat sahabat saya patah hati.
Enak kali yaa jadi pemain Running Man. That’s their job, and they enjoy it.
Main game, dapet gaji, dapet hadiah pulak kalau menang, plus tambah terkenal dan bisa menghibur orang lain.
Gw mau kayak gitu ah. Mau dapet kerja yang gw senangi dan dapet bonus plus2 dari kerjaan gw and bisa bermanfaat buat orang lain.
Jadi, capeknya gw adalah bahagianya gw dan bahagianya orang lain.
Tadi sore, gw pergi ke salah satu bioskop di Bandung, bukan untuk nonton, tapi untuk mencari dompet gw yang hilang. Diduga dompet gw tertinggal di mobil teman atau di sekre himpunan atau tertinggal di bioskop. Semua dugaan tempat sudah dicari. Nah, tinggal 1 tempat nih, di bioskop. Gw ke sana sendirian, naik angkot. Di sepanjang perjalanan, gw cemberut dan sedih. Kenapa? Karena gw tidak bisa makan enak dan sehat karena uang yang gw punya tidak cukup. Selain itu, gw juga khawatir uang gw di ATM dipakai oleh orang yang menemukan dompet gw. Ditambah lagi, di dompet gw ada uang untuk pendaftaran tes IELTS. Lengkap sudah kesedihan gw. Mana besoknya gw ada UAS pulak.
Tapi eh tapi, saat gw menunggu angkot, tiba-tiba ada bapak tua lewat di hadapan gw. Bapak tua itu memikul sapu-sapu ijuk yang menjadi barang dagangannya. Kakinya pincang, dia menggunakan tongkat untuk membantunya berjalan. Wajahnya berkerut dan kusam oleh debu. Jalannya pelan sekali. Mungkin di setiap langkahnya setidaknya ada 2 hal yang dia rasakan, sakit dikakinya dan berat di pundaknya.
Ya ampun, dia berjualan berkeliling dengan tangan kanan memegang tongkat dan tangan kiri menahan sapu-sapu ijuk yang dia pikul.
Seketika gw berpikir : Hellooo Muull… Bapak-bapak itu lebih susah hidupnya dari lo! Lo sedih karena cuma makan mie goreng, gak ada duit untuk makan. Lah dia? Barangkali daripagi dia belum makan. Anak cucunya gimana? Lo tinggal telpon ibu minta duit. Lah diaa?? Panas2an, jualan sapu ijuk, ditambah kakinya harus dibantu tongkat pulak. Lah kau?? Semua anggota tubuh lengkap. Kuliah udah enak, gak mikirin uang spp syalala. Orang di luar sana lebih banyak yang susah. Lo masih jauh lebih beruntung dari mereka. Malu mbak! Jangan manja!
Masih mau mengeluh? Masih mau berleha-leha habisin uang orang tua?
Again,
So which of the favors of your Lord would you deny?
#pojok kamar, J-8 UAS